SEKILAS INFO
  • 6 tahun yang lalu - Musholla Nurul Huda Simbang Wetan sebuah Tempat Ibadah / Musholla yang terletak di Jalan Raya Simbang Wetan Kecamatan Buaran Kabupaten Pekalongan
  • 6 tahun yang lalu - Musholla Nurul Huda Simbang Wetan  Kecamatan Buaran Kabupaten Pekalongan
  • 6 tahun yang lalu - Pembangunan tema WP Masjid sudah dimulai, Bismillah… semoga diberikan kelancaran
WAKTU :

WAKTU SHALAT, Minggu, 3 03 2024 Maret 2024 >

IMSYAK 04:19
SUBUH 04:29
DZUHUR 11:49
ASHAR 15:05
MAGHRIB 17:45
ISYA 18:53

Dalam kehidupan manusia pastinya akan menemui maut atau kematian, kematian suatu ketentuan yang tidak bisa dielakkan. Kita tentunya akan berusaha bagaimana hidup kita agar menemui akhir yang baik atau husnul khotimah, maka dari itu perlu di waspadai atau dihindari hal-hal yang menyebabkan su’ul khotimah.

Dalam karyanya berjudul Sabîlul Iddikâr wal I’tibâr bimâ Yamurru bil Insân wa Yanqadli Lahu minal A’mâr, Sayyid Abdullah bin Alawi A-Haddad memberikan penjelasan tentang lima golongan orang yang dikhawatirkan meninggal dunia dalam keadaan su’ul khotimah.

قَالُوْا: وَأَكْثَرُ مَنْ يُخْشَى عَلَيْهِ سُوْءُ اْلخَاتِمَةِ ، وَاْلعِيَاذُ بِا للهِ، اَلْمُتَهَاوِنُ بِالصَّلاَةِ، وَاْلمُدْمِنُ لِشِرْبِ الخَمْرِ، والعَاقُّ

لِوَالِدَيْهِ، وَالَّذِي يُؤْذِي اْلمُسْلِمِيْنَ، وَكَذَالِكَ المُصِرُّوْنَ عَلَى اْلكَبَائِرِ وَاْلمَوْبِقَاتِ، اَلَّذِيْنَ لَمْ يَتُوْبُوْا اِلَى اللهِ مِنْهَ

Artinya: “Para ulama berkata bahwa orang-orang yang paling dikhawatirkan akan beroleh suúl khatimah (Semoga Allah melindungi kita dari hal itu) adalah orang-orang yang suka melalaikan shalat; mereka yang suka minum-minuman keras; mereka yang durhaka kepada kedua orang tua; mereka yang suka menyusahkan (menzaimi) Muslim lainnya; dan mereka yang terus-menerus melakukan perbuatan dosa besar, berbagai kekejian dan tidak mau bertobat.”

Golongan Pertama : Orang-orang Yang Suka Melalaikan Sholat

Sholat lima waktu menjadi kewajiban bagi setiap muslim, seseorang tidak diperkenankan meninggalkan sholat lim a waktu dalam keadaan apapun. Bahkan sholat ini adalah amalan pertama yang akan dihisab oleh Allah subhanahu wata’ala, sebagaimana telah ditegaskan dalam sebuah hadits :

أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ ، فَإنْ صَلُحَتْ ، فَقَدْ أفْلَحَ وأَنْجَحَ ، وَإنْ فَسَدَتْ ، فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ

Artinya: “Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika sholatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika sholatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi”. (HR. Tirmidzi).

Dalam hal menjaga sholat ini juga berlaku bukan untuk diri kita sendiri namun juga untuk orang-orang yang menjadi tanggungan kita dalam hal ini khususnya keluarga, sebagaimana diperintah oleh Allah subhanahu wata’ala agar menjaga diri sendiri dan keluarga dari api neraka. Maka kita berkewajiban mengingatkan keluarga kita jika mereka lalai dalam mengerjakan sholat.

Golongan Kedua : Pengkonsumsi Minuman Keras

Minuman keras adalah hukumnya haram, maka sangat tidak diperbolehkan bagi kita untuk mengkonsumsinya. Selain membahayakan diri sendiri mengkonsumsi minuman keras dapat membahayakan orang lain, karena dalam keadaan mabuk seseorang tidak dapat mengontrol dirinya dengan benar yang berakibat akan merugikan orang lain.

Larangan dalam mengkonsumsi minuman keras ini salah satunya dalam hadits nabi yang berbunyi seperti berikut :

كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ ، وَكُلُّ خَمْرٍ حَرَامٌ

Artinya: “Semua yang memabukkan adalah khamr dan semua khamr adalah haram.”

Dalam perkembannya sekarang ini bukan hanya minuman keras saja yang memabukkan, seperti obat-obatan yang salah digunakan sehingga menyebabkan mabuk, narkotika dan lain sebagainya adalah haram hukumnya. Jadi barang siapa pengkonsumsi minuman keras, narkotika atau sejenisnya dikhawatirkan akan meninggal su’ul khotimah jika mereka belum bertaubat.

Golongan ketiga : Durhaka kepada Orang Tua

Durhaka kepada orang tua adalah termasuk perbuatan dosa besar, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Nabi Muhammad ﷺ :

سُئِلَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم عَنِ الْكَبائِرِ قَالَ: الإِشْراكُ بِاللهِ، وَعُقوقُ الْوالِدَيْنِ، وَقَتْلُ النَّفْسِ، وَشَهادَةُ الزّورِ

 

Artinya: Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ditanya tentang dosa-dosa besar. Beliau menjawab, “Menyukutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua, membunuh seseorang dan kesaksian palsu.”

Durhaka kepada orang tua adalah saah satu dosa besar dan dikhawatirkan akan meninggal su’ul khotimah, maka dari itu jika sebagai orang tua jangan menuntut anak terlalu berlebihan sehingga akan menyebabkan anak tidak berbakti, dan jika sebagai anak haruslah berbakti kepada orang tua, jangan sampai kita disebut durhaka.

Golongan keempat : Orang yang suka menyusahkan / menzalimi orang lain.

Terlebih kepada sesama muslim, kita sangat dilarang untuk menzalimi orang lain. Menzalimi orang lain bukan perkara sepele, karena akan berdampak merugikan atau menyusahkan orang lain di zalimi. Dalam sebuah hadits yang artinya “Adapun kezaliman yang tidak akan dibiarkan oleh Allah adalah kezaliman manusia atas manusia lainnya hingga mereka menyelesaikan urusannya.”.

Pada hadits lain yang diriwayatkan Abu Hurairoh tentang kezaliman tersebut akan mengakibatkan kebangkrutan kelak di akhirat, dari contoh kezaliman tersebut diantaranya adalah :mencaci maki orang lain, menuduh atau memfitnah orang lain, memakan harta orang lain atau korupsi, menumpahkan darah orang lain dan memukul orang lain.

Golongan kelima : orang yang terus menerus melakukan dosa besar, berbagai kekejian dan tidak mau bertobat

Melakukan dosa apapun hendaklah kita segera bertaubat, jika seseorang berbuat dosa dan belum bertaubat sebelum ajalnya tiba, dikhawatirkan akan meninggal dunia dalam keadaan su’ul khotimah.

Sebagai contoh dosa-dosa besar tersebut antara lain : berzina, mabuk, berjudi, mencandu narkoba, mencuri. Perbuatan – perbuatan tersebut sangat jelas dilarang dan keharamannya yang telah disebutkan dalam Alqur’an.

Semoga kita dijauhkan oleh Allah dari perbuatan-perbuatan yang menjadikan su’ul khatimah, amin..

SebelumnyaZakat Emas dan Perak, Nishab dan Pengaturannya SesudahnyaLafadz / Bacaan Adzan dan Iqomah Lengkap dengan Artinya
  • Siapa yang Berhak Menjadi Wali Nikah dan Syaratnya Siapa yang Berhak Menjadi Wali Nikah dan Syaratnya
    Dalam pernikahan adanya wali nikah merupakan salah satu dari Rukun Nikah yang harus dipenuhi, definisi wali sendiri sebagai berikut : الولاية في اللغة: تأتي بمعنى المحبة والنصرة. …والولاية في الشرع:...
  • Do'a Akhir Tahun Arab dan Latin Beserta Arti Do’a Akhir Tahun Arab dan Latin Beserta Arti
    Dalam kitab yang berisi kumpulan doa, Maslakul Akhyar, karya Mufti Jakarta abad ke-19-20 M Habib Utsman bin Yahya memasukkan doa awal dan akhir tahun. Pada kesempatan ini, kami akan mengutip...
  • Duduk di dalam Masjid Dengan Niat Menunaikan Shalat Berjama'ah dan Menjaganya Duduk di dalam Masjid Dengan Niat Menunaikan Shalat Berjama’ah dan Menjaganya
    Duduk (berdiam) di dalam masjid terdapat nilai ibadah jika dilandasi dengan niat yang benar, seorang yang berilmu pastinya akan melakukan perbuatannya agar tidak menjadi sia-sia. Maka dari itu kita perlu...
  • Salam Ziarah Makam Para Wali Salamullahi Ya Sadah Salam Ziarah Makam Para Wali Salamullahi Ya Sadah
    Berziarah kubur telah diperintahkan oleh Rasulullah sebagaimana dalil untuk berziarah kubur, terlebih menziarahi makam para wali atau kekasih Allah merupakan suatu hal yang dianjurkan dalam syariat. Selain berziarah kubur dapat...
  • Bacaan Doa Tahlil Bacaan Doa Tahlil
    Berikut adalah susunan bacaan doa tahlil Doa tahlil biasa di baca setelah membaca tahlilan, tahlilan merupakan ritual pembacaan lafal tahlil yang lazim di masyarakat Nusantara sejak ratusan tahun. Pembacaan tahlil...


TINGGALKAN KOMENTAR