SEKILAS INFO
  • 6 tahun yang lalu - Musholla Nurul Huda Simbang Wetan sebuah Tempat Ibadah / Musholla yang terletak di Jalan Raya Simbang Wetan Kecamatan Buaran Kabupaten Pekalongan
  • 6 tahun yang lalu - Musholla Nurul Huda Simbang Wetan  Kecamatan Buaran Kabupaten Pekalongan
  • 6 tahun yang lalu - Pembangunan tema WP Masjid sudah dimulai, Bismillah… semoga diberikan kelancaran
WAKTU :

WAKTU SHALAT, Senin, 26 02 2024 Februari 2024 >

Banyak sekali kisah perjuangan Ulama berjihad untuk kemerdekaan, salah satu nya yang ada di Desa Kalisalak Limpung Batang.

Beliau adalah Sayyid Imam Mujahid Habib Umar bin Hamid bin Yahya yang merupakan keturunan ke-33 Nabi Muhammad SAW. Selain mengaji di pesantren Mbah Ibrohim, beliau juga sebagai panglima perang dan pengatur strategi saat itu dibawah pimpinan Pangeran Diponegoro.

Beliau tak hanya dikenal pandai dibidang agama, namun mahir dalam bidang ekonomi, keseharian Habib Umar sebagai pedagang kuda yang hasil dari jualannya beliau limpahkan untuk kepentingan umat dan untuk memenuhi kebutuhan kala melawan kompeni (sebutan untuk para penjajah belanda), pengabdian habib Umar ini ia jalankan sampai akhir hayat Beliau.

Selain Habib Umar, murid Mbah Ibrohim lainnya yang juga berperan penting ialah Sayyid Hasan Husein Abdullah. Ia dikenal sebagai seorang yang alim dan merupakan mursyid thoriqoh pada saat itu, Beliau juga berperan sebagai pembuat senjata dan perlengkapan perang melawan penjajah, makamnya berada disebelah makam Habib Umar bin Yahya.

Selanjutnya ialah Syeikh Abdul Hamid atau Pangeran Diponegoro juga salah satu dari para Murid Mbah Ibrohim, beliau adalah putra mahkota Kerajaan Solo, dan dikenal oleh banyak orang karena merupakan pahlawan Nasional Indonesia. Pangeran Diponegoro hidup satu masa dengan Habib Umar bin Yahya dan Sayyid Hasan Husein bin Abdullah pada abad ke 18.

Beliau (Pangeran Diponegoro) merupakan ulama besar, Guru Thoriqoh, sekaligus Pimpinan Perang. Banyak yang tidak mengetahui kalau Pangeran Diponegoro pernah menjadi santri Mbah Ibrohim di wilayah kecamatan Limpung, karena sampai saat ini belum ditemukan bukti sejarah yang menyebutkan cerita tersebut, akan tetapi saat ditelusuri kepada pihak Keraton Solo, mereka mengakui keafsahan cerita tersebut.

Sumber :
Sebelumnya12 Niat Duduk (Berdiam) di Masjid SesudahnyaAmalan Pada Malam dan di Hari Raya (Idul Fitri dan Idul Adha)


TINGGALKAN KOMENTAR