SEKILAS INFO
  • 6 tahun yang lalu - Musholla Nurul Huda Simbang Wetan sebuah Tempat Ibadah / Musholla yang terletak di Jalan Raya Simbang Wetan Kecamatan Buaran Kabupaten Pekalongan
  • 6 tahun yang lalu - Musholla Nurul Huda Simbang Wetan  Kecamatan Buaran Kabupaten Pekalongan
  • 6 tahun yang lalu - Pembangunan tema WP Masjid sudah dimulai, Bismillah… semoga diberikan kelancaran
WAKTU :

WAKTU SHALAT, Kamis, 25 07 2024 Juli 2024 >

Hukum Berkurban Di Kampung Halaman

Para ulama sepakat bahwa hewan kurban sebaiknya disembelih di tempat atau daerah di mana sahibulkurban tinggal dan berdomisili. Hal ini agar sahibulkurban tersebut dan keluarganya bisa menyaksikan penyembelihan hewan kurbannya dan bisa makan sebagian daging hewan kurban tersebut.

Imam Nawawi dalam kitabnya Almajmu mengatakan;

اَلْاَفْضَلُ أَنْ يُّضِحِّىَ فِيْ دَارِهِ بِمَشْهَدِ أَهْلِهِ هٰكَذَا قَالَهُ أَصْحَابُنَا

“Yang paling utama adalah berkurban di daerahnya sendiri dengan disaksikan oleh keluarganya. Seperti inilah yang dikatakan sahabat-sahabat kami (ulama-ulama Syafi’iyyah)”

Selain itu, menurut Imam Arramli dalam kitabnya Fatawa Arramli, hewan kurban disembelih dan wajib didistribusikan untuk fakir miskin yang ada di daerah tempat tinggal orang yang berkurban. Orang fakir miskin yang ada di daerah sahibul kurban lebih berhak untuk diperhatikan lebih dahulu dibanding orang lain di luar daerahnya.

Namun demikian, jika di tempat orang berkurban tersebut sudah banyak orang berkurban dan jumlah orang yang membutuhkan daging hewan kurban sedikit, maka diperbolehkan memindahkan dan mendistribusikan hewan kurban ke tempat dan daerah lain yang lebih membutuhkan, baik dalam bentuk hewan yang masih hidup, uang, atau dagingnya.

Dalam kitab Alfiqhul Islami wa Adillatuhu Syaikh Wahbah Azzuhaili menyebutkan;

اَمَّا نَقْلُهَا إِلٰى بَلَدٍ آخَرٍ: فَقَالَ اَلْحَنَفِيَّةُ: يُكْرَهُ نَقْلُهَا كَالزَّكَاةِ مِنْ بَلَدٍ إِلٰى بَلَدٍ إِلَّا أَنْ يَّنْقُلَهَا إِلٰى قَرَابَتِهِ أَوْ إِلٰى قَوْمٍ هُمْ أَحْوَجُ إِلَيْهَا مِنْ أَهْلِ بَلَدِهِ، وَلَوْ نَقَلَ إِلٰى غَيْرِهِمْ أَجْزَأَهُ مَعَ الْكَرَاهَةِ.

“Adapun memindahkan hewan kurban ke daerah yang lain, maka ulama-ulama Hanafiyah berpendapat; ‘Dimakruhkan memindahkan hewan kurban sama seperti zakat dari satu daerah ke daerah lain kecuali jika memindahkan hewan kurban tersebut untuk diberikan kepada kerabatnya atau kepada masyarakat yang lebih membutuhkan dari pada masyarakat di daerahnya sendiri. Jika dia memindahkan hewan kurban bukan kepada kedua orang tadi, maka hal itu mencukupi namun disertai makruh.

Dari penjelasan di atas, dibolehkan memindahkan hewan qurban ke tempat yang lebih membutuhkan dibanding tempat orang yang berqurban. Namun jika masyarakat di tempat orang yang berqurban masih banyak yang membutuhkan, maka sebaiknya hewan qurban tersebut disembelih di tempatnya sendiri kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitarnya.

SebelumnyaSatu sapi untuk 7 orang dengan niat berbeda (Qurban dan aqiqah) SesudahnyaHaruskah Orang yang Berkurban Menyaksikan Proses Penyembelihan Hewan Kurbannya


TINGGALKAN KOMENTAR