SEKILAS INFO
  • 6 tahun yang lalu - Musholla Nurul Huda Simbang Wetan sebuah Tempat Ibadah / Musholla yang terletak di Jalan Raya Simbang Wetan Kecamatan Buaran Kabupaten Pekalongan
  • 6 tahun yang lalu - Musholla Nurul Huda Simbang Wetan  Kecamatan Buaran Kabupaten Pekalongan
  • 6 tahun yang lalu - Pembangunan tema WP Masjid sudah dimulai, Bismillah… semoga diberikan kelancaran
WAKTU :

WAKTU SHALAT, Sabtu, 25 05 2024 Mei 2024 >

Bulan Dzulqa’dah merupakan bulan ke sebelas dalam kalender hijriyah. Pada bulan inilah mulai musim haji, jama’ah haji di indonesia akan mulai di berangkatkan ke tanah suci Makkah pada bulan ini.

Berikut adalah 4 keutamaan bulan Dzulqa’dah :

Yang pertama dzulqa’dah merupakan salah satu di Antara 4 bulan yang dimuliakan atau asyhurul hurum, bahkan bulan ini menjadi permulaannya, 3 bulan lainnya adalah dzulhijjah, Muharram dan rajab.

Kedua dzulqa’dah adalah satu di Antara 3 bulan haji yaitu syawal, dzulqa’dah dan 10 hari pertama bulan dzulhijjah. Tidak sah ihram untuk haji pada selain waktu tersebut, Allah Subhanahu wa taala berfirman dalam Surat Al Baqarah ayat 197 yang artinya “Musim haji itu pada bulan bulan yang telah dimaklumi atau ditentukan“.

Ketiga, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak pernah melakukan umroh kecuali pada bulan Dzulqa’dah. Sahabat Anas bin Malik radiyallahu’anhu meriwayatkan sebuah hadits berikut :

Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam berumroh sebanyak 4 kali semuanya pada bulan dzulqa’dah kecuali umrah yang dilaksanakan bersama haji beliau, yaitu satu umroh dari hudaibiyah, satu umroh pada tahun berikutnya, satu umroh dari Ji’ranah ketika membagikan rampasan perang Hunain dan satu lagi umroh bersama haji“. (HR al Bukhari).

Keempat dzulqa’dah adalah 30 malam yang disebutkan oleh Allah Subhanahu Wa ta’ala dalam firman-Nya, yakni dalam quran surat al A’raf ayat 142 yang artinya

Dan Kami telah menjanjikan kepada Musa untuk memberikan kepadanya kitab Taurat setelah berlalu 30 malam (Bulan Dzulqa’dah), dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan 10 malam lagi (10 malam pertama bulan Dzulhijjah), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya menjadi 40 malam. Dan musa berkata kepada saudaranya, yaitu Harun, “Gantikanlah aku dalam memimpin kaumku, dan perbaikilah dirimu dan kaummu, dan janganlah engkau mengikuti jalan orang-orang yang berbuat kerusakan“. (QS Al-A’raf 142).

SebelumnyaSiapa yang Berhak Menjadi Wali Nikah dan Syaratnya SesudahnyaHukum Aqiqah dengan Seekor Kambing Betina untuk Bayi Laki-Laki


TINGGALKAN KOMENTAR